Tips Cerdas Menghadapi Audiens Muda

Tips Cerdas Menghadapi Audiens Muda 


Jika ada kata senior tentu saja ada junior, bukan ?



Ini berlaku juga dalam audiens presentasi, ada yang lebih tua dan lebih muda dari presenter.

Ingat satu hal.

Presenter yang baik adalah presenter yang mampu beradaptasi dengan audiens.

Beradaptasi dengan audiens perlu dilakukan agar audiens merasa nyaman saat mendengarkan informasi yang disampaikan oleh presenter.



Seandainya Anda adalah orang yang sudah berusia 40 tahun dan menjadi audiens dalam sebuah kegiatan presentasi.

Dalam presentasi tersebut, presenternya adalah seorang pria yang masih muda dan sering berbicara menggunakan bahasa kekinian yang tidak Anda mengerti. 

Apakah Anda merasa nyaman saat mendengarkan materi dari presenter?

Tentu tidak.

Lalu, coba bayangkan jika Anda adalah seorang presenter yang sedang melakukan presentasi di sebuah sekolah menengah atas 

dan audiens Anda adalah para siswa dan siswi di sekolah tersebut.

Apa yang akan Anda lakukan?
Anda harus bersikap seperti apa?
Bagaimana tata bahasa Anda?



Langsung saja baca tipsnya.





1. Membuka Presentasi Seperti Anak Muda

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membuka presentasi.

Dapat Anda lakukan dengan sesuatu yang seru dan meriah agar audiens melihat Anda sebagai seorang yang energik dan tidak membosankan.

Hindari pembukaan yang terasa membosankan, karena itu adalah hal yang dibenci oleh kalangan muda.

Anda juga tidak perlu membuka presentasi dengan lebay seperti “yo, whats up guys?” karena hal ini akan terkesan memaksa.

Buatlah pembukaan yang terkesan muda tapi masih cocok untuk Anda gunakan.

Dengan menanyakan kabar atau boleh juga menyelipkan lelucon.

Selain itu, Anda juga dapat membuka presentasi dengan sebuah cerita pengantar.

Ingat bahwa pembukaan yang baik akan menarik perhatian audiens.



Apa yang Anda sampaikan di awal ketika membuka presentasi akan menjadi informasi yang paling diingat.





2. Gunakan Bahasa yang Kekinian


Dalam penyampaian materi, gunakan bahasa yang kasual dan hindari penggunaan bahasa yang terlalu baku.

Ingat bahwa audiens lebih muda dari Anda, dan kalangan muda jarang menggunakan bahasa yang baku.

Jika memungkinkan, gunakan kat-kata yang kekinian.

Namun perlu diingat agar tidak menggunakannya secara berlebihan.

Saat menyampaikan materi, Anda juga dapat menggunakan berita-berita viral sebagai contoh. 

Hal ini akan menambah kesan “muda” dalam diri Anda.





3. Selipkan Games


Apa yang disukai oleh anak muda?

Tentu saja, game.

Saat Anda melakukan presentasi di depan anak muda, pastikan untuk menyisipkan game ditengah kegiatan presentasi.

Hal ini bertujuan untuk membuat audiens tidak merasa jenuh terhadap presentasi Anda.

Selain itu, hal ini juga dapat memberikan semangat kepada audiens.

Anda dapat melakukan permainan seperti:

Cerita Bersambung

Permainan ini dapat dilakukan dengan meminta audiens untuk menuliskan satu kata benda ke dalam secarik kertas yang sudah Anda sediakan.

Kemudian Anda harus menunjuk tiga atau empat audiens untuk maju ke depan. 

Anda harus pintar memilih audiens yang hiperaktif dan lucu sehingga permainan bisa berjalan lebih lancar.

Lalu, kumpulkan semua kertas bertuliskan kata benda yang bebas itu, dan 4 orang itu harus menceritakan satu cerita apapun dan mengakhirinya dengan kata kerja yang berakhir kan benda yang di kertas.

Contohnya 

Jadi aku pulang ke rumah nenek, terus lihat kotak yang luarnya sudah seperti emas. Saya dekati, saya lihat, saya terawang, ternyata isinya…. (Kentut kuda)”.

Titik-titik itu diisi oleh kata yang ada di dalam kertas. Dan cerita harus dilanjutkan oleh orang yang berbeda yang telah Anda tunjuk.





4. Dapatkan Perhatian Mereka


Kebanyakan audiens yang lebih muda biasanya bersikap meremehkan dan jarang mau mendengarkan. 

Lebih suka membentuk kelompok sendiri ataupun sibuk bermain handphone miliknya.



Untuk mengatasi hal itu, Anda dapat melatih tingkat fokus audiens dengan beberapa cara seperti bertanya secara mendadak, 

mengagetkan audiens dengan menunjuk dan menyuruh audiens menjelaskan apa yang Anda sampaikan.

Anda juga dapat menggunakan cara “hai” dan “halo”. 

Caranya mudah, Anda cukup perlu berkata “hai” dan menyuruh audiens menjawab “halo”.

Ulangi sampai Anda mendapat perhatian audiens.





Semoga tips diatas dapat membantu Anda mendapatkan fokus dan perhatian audiens Anda.

Selamat mencoba.

Semoga bermanfaat.