Font Dalam Artikel Anda Berantakan? Simak 4 Cara ini !

Font Dalam Artikel Anda Berantakan? 
Simak 4 Cara ini !





Kali ini kami akan membahas struktur teks terutama penggunaan font dalam pembuatan artikel.

Saat membuat sebuah artikel, 

Anda harus memperhatikan struktur teks nya terutama pada penerapan font.

Penggunaan font yang baik dapat membuat para pembaca artikel Anda merasa nyaman dan tidak terganggu.

Sebaliknya, penggunaan font yang sembarangan membuat pembaca tidak nyaman dan lelah untuk membaca artikel Anda. 

Hal ini akan menurunkan jumlah pembaca Anda.

Lalu, bagaimana penerapan font yang baik dan benar?

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan antara lain adalah :





1. Huruf Tebal


Fungsi sebenarnya dari huruf tebal adalah untuk menonjolkan point penting dan inti pada sebuah artikel.

Biasanya huruf tebal atau bold digunakan untuk kalimat judul dan juga outline dari sebuah artikel.

Namun ingat untuk tidak menggunakan huruf tebal secara berlebih karena itu akan membuat artikel Anda terlihat berantakan dan tidak sedap dipandang mata.

Sehingga pembaca pun tidak dapat menikmati artikel Anda secara keseluruhan.

Perlu diketahui, huruf tebal juga berpengaruh pada SEO apalagi jika Anda menebalkan huruf pada keyword yang relevan pastinya akan membuat artikel Anda menjadi lebih berkualitas.




2. Jenis Font

Hal yang perlu diperhatikan selanjutya adalah jenis font yang Anda gunakan dalam membuat artikel.

Saat memilih jenis font untuk artikel, pilihlah jenis font yang tingkat keterbacaannya tinggi seperti font berjenis Sans Serif ataupun Serif.

Font yang sering digunakan untuk artikel biasanya adalah Arial, Roboto, Times New Roman, Calibri.

Hindari penggunaan font yang rumit dan sulit untuk dibaca seperti font Lobster, Magnetto, dan Caveat.

Memang font tersebut terkesan unik dan keren, namun yang diperlukan dalam artikel adalah tingkat keterbacaannya

Font yang mempunyai tingkat keterbacaan tinggi tidak mudah membuat mata lelah.





3. Ukuran Font
Apakah Anda pernah membaca artikel yang menarik, namun tulisannya sulit untuk dibaca?

Seperti:

  1. Ukuran hurufnya terlalu kecil.
  2. Jarak antar barisnya kecil. 
  3. Penggunaan alignment asal-asalan.
Artikel yang sulit dibaca tidak akan mendapat banyak pembaca.

Oleh karena itu, ukuran font juga berperan penting dalam pembuatan artikel yang baik.

Saat membuat artikel, lebih baik Anda mengikuti beberapa cara seperti format dibawah ini :

  • Ukuran font antara 12-22px
  • Lebar horizontal antara 480-720px
  • Line-height antara 1.5-2 cm
  • Margin di bawah paragraf antara 1.5-2 cm



Itulah format penulisan artikel yang sering digunakan oleh penulis-penulis artikel lainnya.





4. Warna Font


Hal terakhir namun tak kalah penting adalah pewarnaan font.



Umumnya warna font dalam artikel adalah hitam.

Hindari penggunaan font yang warna warni, ingat ini artikel bukan poster.

Namun, ada beberapa warna yang dapat digunakan saat membuat artikel.

Antara lain:

  1. Merah: warna ini umumnya digunakan untuk sesuatu yang bersifat penting dan wajib dibaca. Biasanya penulis sengaja menyoroti kata atau kalimat tersebut agar diingat oleh pembaca.
  2. Kuning: warna kuning digunakan untuk sesuatu yang bersifat memperingatkan pembaca akan sesuatu hal yang harus mereka ketahui.
    Fungsi warna kuning hampir sama dengan warna merah.
  3. Hitam: fungsi warna yang satu ini yaitu untuk menulis artikel secara normal.
  4. Biru: warna biru digunakan untuk sebuah link pada Artikel anda agar lebih memperjelas pembaca jika mereka kebingungan untuk meng-klik yang mana.



Penerapan font yang baik dan benar memang sedikit rumit. 

Namun, jika Anda sering mempraktikkannya maka itu akan menjadi lebih mudah.





Setelah membaca artikel ini pastikan untuk menerapkannya.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba ^_^