Percaya Diri (2/5): Memahami Rasa Grogi Untuk Mengalahkannya

cara mengatasi grogi


Grogi?

Ada, tapi kebanyakan orang belum sadar dimana dan apa.

Dimana letaknya, dan apa bentuknya. Benar kan?

Jangan-jangan Anda juga.

Bayangkan kita ingin mengalahkan musuh dalam sebuah pertempuran, tapi kita tidak tahu dimana musuh itu dan juga tidak mengenalinya. Bisa?

Kemana kita mau pergi? Siapa yang akan kita serang?
Persis seperti itulah grogi. Ada, merugikan, dan biasanya tiba-tiba menghancurkan.

Apabila kita ingin mengalahkannya, berarti kita harus mengenalinya terlebih dulu.

Bagaimana caranya?

Anda bayangkan naik ke atas panggung, dan melihat ribuan mata tertuju pada Anda.

Rasakan rasa grogi Anda.... Dimana letaknya? rasanya seperti apa? dan tanda-tanda yang muncul apa?

Biasanya muncul tanda-tanda grogi seperti:

Keringat dingin

Muncul meskipun suhu sekitar terasa dingin, biasanya juga terasa dingin pada telapak tangan.

Untung mengatasi hal ini dapat dilakukan dengan menghangatkan suhu tubuh seperti bertepuk tangan dengan cepat, push up dan sebagainya.


Jantung berdebar

Ini yang dinamakan deg-degan, jantung berdetaknya lebih kencang dan tidak teratur.

Ini terjadi karena detak jantung tidak teratur, Anda bisa mengatur detak jantung dengan memberinya sedikit tekanan seperti meniup balon atau bisa diganti dengan meniup jempol tanpa mengeluarkan udara.

Napas Berat

Napas terasa berat sering kali diikuti dengan suara tidak keluar ketika berucap.

Mengatasinya cukup dengan berteriak, bisa jadi sebelum naik ke panggung ataupun ketika salam agar pendengar Anda lebih semangat.

Bicara kaku

Lidah terasa kaku bahkan juga sering kali kesleo lidah saat berbicara.

Biasakan melakukan senam lidah yaitu dengan melipat-lipat lidah ke kiri, kanan, atas bawah. Selain itu lemaskan otot mulut Anda dengan mengucap A I U E O dan bibir dengan menggetarkan bibir sangat cepat.

Lupa

Ketika sampai depan, tiba-tiba seketika blank, lupa mau bicara apa.

Bawa catatan, contekan atau gunakan slide Anda untuk memunculkan kata kunci yang menjadi pengingat.

Badan bergetar

Biasanya sangat terlihat ketika sambil memegang kertas atau sebuah benda yang ringan.

Bisa juga dengan berlari, push up atau cara lain yang membuat jantung lebih aktif.


Tentunya masih banyak gejala grogi yang mungkin Anda pun pernah mengalami.

Munculnya grogi bukan tanpa sebab, ada alasan juga kenapa grogi tersebut bisa muncul pada diri kita.

SEBAB MUNCULNYA GROGI

Tidak terbiasa

Menjadi alasan umum seseorang grogi karena tidak biasa untuk melakukannya.

Saya sering berjumpa dengan orang yang menolak untuk tampil dengan alasan tidak bisa.

Padahal saya yakin sepenuhnya bahwa dia bisa.

Kalimat “bisa karena biasa” tidak bisa dipungkiri lagi, karena dengan membiasakan diri, kita menjadi bisa.

Tapi kadang orang yang bisa, lupa akan kemampuannya sehingga tidak digunakan ataupun dibagi dengan orang lain.

Takut gagal

Ini lebih banyak lagi.
Belum maju sudah takut untuk gagal.

“nanti kalau...”
“gimana ya...”

Padahal belum maju. Ibarat belum bertarung sudah menyerah.

Banyak pembicara yang takut gagal, bahkan yang gagal.
Tapi kalau mereka berhenti bicara, apa bisa mereka sampai ke tahap ini? Hal ini akan kita bahas lebih dalam pada bab berikutnya

Tidak ada persiapan

Memang dengan persiapan, segalanya lebih mudah, tapi ada keadaan dimana kita dituntut untuk bicara sekalipun tanpa persiapan.

Momen-momen seperti ini biasanya datang tanpa kita sadari.
Untuk mengamankan diri kita, setidaknya kita punya beberapa ‘senjata’ agar kita lebih siap menghadapi momen seperti ini.

Senjatanya adalah dengan memiliki dua atau tiga materi yang kita kuasai, sehingga kapanpun diminta bicara, kita siap.

MANFAATKAN KELEBIHAN SEBAGAI PENAMBAH KEKUATAN

Anda pasti punya setidaknya satu kelebihan.

Menggabungnya dalam penampilan sebagai tambahan kekuatan Anda akan menjadikan Anda lebih percaya diri.

Entah sebagai materi ataupun sebagai karakter Anda.
Misalnya pembicara yang hebat dalam bermain musik. Akan lebih mudah untuk Anda menguasai panggung.


Siap tampil jauh lebih percaya diri dengan merubah mindset?
Lanjutkan ke bab selanjutnya!